Pembahasan
tentang gelombang otak sangat banyak. Tulisan
ini sebagai tambahan saja, sebuah pembahasan gelombang otak dari pandangan orang awam
seperti saya. Tulisan ini terispirasi dari kata-kata “orang pintar” yang bilang:
“weruh sakdurunge winarah (bisa tahu segala sesuatu sebelum/tanpa diberitahu)
bisa didapat bila seseorang bisa menyelaraskan pikirannya dengan alam semesta.
Manusia
memang makhluk paling sempurna karena dilengkapinya manusia dengan akal dan
hawa nafsu, dan dua hal tersebut terletak pada jaringan otak manusia.
Otak
adalah organ tubuh yang bukan hanya manusia yang memilikinya, binatang pun juga
memilikinya. Yang membedakan manusia dengan hewan adalah kemampuan manusia
untuk menggunakan fungsi otak, yang salah satunya adalah untuk berpikir. Otak
yang digunakan untuk berpikir dan mengembangkan hidup (akal) inilah yang
membedakan manusia dengan hewan, maupun manusia dengan manusia yang lain. Sedangkan
akal menurut istilah psikologi kognitif adalah problem solving capacity, kemampuan untuk memecahkan masalah dan
menemukan jalan keluar dalam situasi apapun juga.
Banyak
buku yang menyajikan cara-cara pemberdayaan diri agar menjadi pribadi yang
lebih baik dan sukses. Beberapa diantaranya adalah ESQ, yang mengajarkan cara
menyelaraskan EQ dan SQ. Seven habits yang menjabarkan tentang kebiasaan yang bisa membawa kesuksesan dalam
hidup, The Secret dan The Power, yang lebih menitikberatkan pada perasaan cinta
dan berpikir positif dan masih banyak buku lain yang isinya kira-kira sejenis,
yaitu untuk pemberdayaan pikiran dan diri. Dan jikalau ditelaah lebih jauh,
pemberdayaan pikiran dan diri ternyata berhubungan dengan gelombang otak yang
mendominasi aktivitas manusia.
Gelombang Otak
Gelombang
otak adalah perubahan arus listrik yang terjadi secara cepat antar neuron (sel
saraf) yang dapat dideteksi dengan alat yang bernama EEG (ElectroEnchephaloGraphy). Frekuensi
gelombang otak manusia umumnya bervariasi dari 1-30 Hz, dan dikelompokkan
menjadi gelombang Alpha (8-13Hz), Betha (12 – 30Hz), Theta (4-8Hz), dan Delta (0,5-4Hz), walaupun masih ada
gelombang otak yang lain, seperti Gamma
(40 – 99Hz), Hipergamma (100Hz), dan lambda (200Hz), namun gelombang-gelombang otak tersebut baru muncul
dalam keadaan tertentu.
Gelombang Alpha
Sesesorang
ketika gelombang otaknya berada pada gelombang alpha (8-13hz ada yang menyebut
8-12Hz) biasanya berada dalam kondisi sadar namun relaks dalam artian otak tidak sedang memproses informasi. Keadaan
ini biasanya nampak ketika bangun tidur pagihari atau tepat sebelum tidur.
Gelombang
alpha merupakan gelombang tujuan seseorang yang sedang bermeditasi. Gelombang
alpha juga banyak dipakai untuk self hipnosis, mental re-programming, maupun untuk meningkatkan kemampuan dalam
proses belajar.
Gelombang Betha
Gelombang
betha ditandai dengan sadar sempurna. Biasanya gelombang ini muncul ketika
manusia beraktifitas normal. Kondisi gelombang otak betha menjaga pikiran kita
tetap fokus dan sangat bermanfaat untuk produktifitas kerja, belajar atau
aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Aktifitas
gelombang betha yang tidak mencukupi ketika seseorang berada dalam aktivitas
normalnya akan menyebabkan gangguan mental dan emosional seperti depresi, ADD (attention Deficit Disorder), insomnia,
dll
Gelombang Tetha
Ditandai
dengan tidur ringan atau relaksasi dalam. Tanda-tanda gelombang otak berada
pada gelombang tetha adalah napas mulai melambat dan dalam.
Beberapa
orang menghasilkan gelombang otak ini
saat trance, terhipnotis, meditasi dalam, maupun ketika khusyu beribadah.
Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali
memori yang telah lama. Oleh karenanya, gelombang theta banyak dipakai untuk
meningkatkan kemampuan belajar, maupun pemrogramanan diri melalui sugesti.
Gelombang
ini secara normal nampak pada anak-anak. Inilah kenapa anak-anak mempunyai daya
imaginasi yang tinggi, dan pembentukan karakter sesuai yang diinginkan paling
mudah dimulai pada masa anak-anak.
Gelombang delta
Gelombang delta sering dihubungkan dengan kondisi
tidur yang sangat dalam dan tanpa atau sedikit bermimpi. Ketika gelombang otak
dominan delta, tubuh mampu menyembuhkan diri sendiri. Gelombang Delta, jika
dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses
aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga
sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap
empati dan intuisi.
Gelombang Gamma, Hipergamma dan Lambda
Gelombang Gamma
terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi,
misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil
dimuka umum, ketakutan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang
tersebut. Sedangkan gelombang HyperGamma dan Lambda menurut Dr. Jeffrey. D.
Thompson Research,, dari Center for Acoustic berhubungan dengan kemampuan supranatural,
metafisika atau paranormal.
Membaca cerita
tentang orang-orang hebat jaman dulu, atau melihat film/sinetron yang sekarang
sedang naik daun nampak bahwasanya hampir semua orang yang hebat selalu
mempunyai kebiasaan bertapa/meditasi maupun kemampuan untuk mengendalikan
pengaruh duniawi pada dirinya.
Bahkan dalam
cerita mahadewa pun, seorang dewa yang notabene sudah digambarkan sakti, mempunyai
kemampuan dan kekuatan melebihi makhluk lainpun masih membiasakan meditasi.
Jikalau dikaitkan
dengan gelombang otak, kebiasaan meditasi dihubungkan dengan adanya keinginan
untuk mencapai gelombang otak alpha dan tetha, dimana pada keadaan gelombang
otak alpha, tubuh dalam keadaan sadar namun relaks, dan dalam kondisi gelombang
tetha, tubuh dalam keadaan tidur ringan dengan relaksasi yang dalam. Dalam
keadaan gelombang otak alpha dan tetha, informasi yang masuk ke otak akan lebih
mudah diterima dan membuat tubuh menjalankan informasi seperti yang otak
perintahkan (karena memang fungsi otak kan mengontrol/mengendalikan seluruh
aktifitas tubuh, kecuali beberapa organ yang memang punya saraf otonom).
Dalam kehidupan
sehari-haripun, kebiasaan baik diyakini bisa mengkatifkan gelombang otak alpha,
walaupun dalam keadaan sadar penuh dominasi gelombang otak lebih ke arah betha.
Hal-hal baik yang dilakukan terus menerus tentu tentu secara sengaja akan
mempengaruhi otak bawah sadar, sementara gelombang alpha gelombang yang berada
di otak bawah sadar.
Jikalau gelombang
alpha bisa dimunculkan dalam keadaan sadar penuh, diyakini mampu meningkatkan
kreatifitas dan memecahkan masalah dengan baik. Namun perlu diingat, dalam
penggunaan gelombang alpha, perlu ditanamkan, atau sugestikan hal2 baik,
sehingga yang muncul adalah hal2 yang baik.
Bagaimana cara untuk mencapai gelombang otak
pada frekuensi yang diinginkan?
Menurut Dr.
Shamanhakamani Narendran, salah satu cara mengaktifkan gelombang otak untuk
mencapai frekuensi yang diinginkan adalah dengan stimulasi cahaya dan suara.
Ketika otak mendapatkan rangsangan ritmik, seperti misalnya ketokan kentongan,
ritme tersebut akan diproduksi ulang diotak dalam bentuk gelombang listrik.
Jikalau ritme
yang dihasilkan selaras dengan frekuensi gelombang otak, dan disisipkan ke otak
secara terus menerus, otak akan terpicu untuk mensinkronkan gelombangnya pada
ritme dan frekuensi yang sama. Cara inilah yang disebut Frequency Following
Response (FFR)
Mungkin terori
inilah yang mendasari beberapa orang yang bermeditasi dengan memakai media
ketokan. Dan sekarangpun, di youtube banyak sekali disajikan audio yang katanya
sudah disetting pada frekuensi tertentu yang sama dengan gelombang otak dengan
tujuan membantu mengaktifkan gelombang otak sesuai dengan yang kita inginkan.
Namun, untuk
media yang disajikan lewat youtube masih diragukan kebenarannya, apakah
benar-benar akan membantu mengaktifkan gelombang otak sesuai dengan frekuensi
yang diinginkan, ataukah tampilan youtube itu cuma sekedar alat untuk
eksperimen pengunggahnya?
Tentunya cara
terbaik untuk bisa mensetting gelombang otak adalah dengan belajar pada orang
yang sudah menguasai. Entah itu cara settingnya dengan cara tradisional dengan
laku tirakat dan lain-lainnya ataupun dengan cara modern, dengan belajar
hipnotis, dll.
Kalau saya
sendiri tentu akan belajar pada orang yang sudah menguasainya...Tulisan dan
bahan yang relevan Cuma digunakan untuk tambahan referensi saja.