Percaya dan ikhlas kepada Qodho dan Qodar merupakan bagian dari rukun iman, disamping lima rukun iman yang lain.
Secara definisi, Qodho adalah ketentuan dan ketetapan Allah atas segala sesuatu yang AKAN TERJADI, baik di dunia maupun akhirat. Sedangkan Qodar adalah ketentuan Allah atas segala sesuatu yang terjadi. Jadi singktnya Qodho merupakan hal yang akan terjadi di masa datang, sedangkan Qodar sesuatu yang telah atau sedang terjadi. Qodho dan Qodar dalam kehidupan sehari-hari biasa kita sebut TAKDIR.
Memahami Takdir tentu akan menambah keimanan dan keikhlasan kita. Beberapa golongan orang menganggap bahwa apa yang akan, sedang maupun telah terjadi adalah sepenuhnya di skenariokan dan dijalankan Allah atas makhluknya. Namun beberapa golongan manusia beranggapan bahwa apa yang telah dan sedang terjadi adalah kehendak Allah yang terjadi dengan adanya usaha sendiri, dengan kata lain, satu golongan beranggapan bahwa manusia adalah seumpama robot dengan semua programnya, sementara golongan lain beranggapan manusia bukanlah robot yang tidak punya kehendak sendiri.
"Allah tidak akan merubah nasib/keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu mau merubah nasibnya sendiri".
Takdir dapat dianalogkan dengan kebun dan hasil kebun. Ada beberapa kebun yang memang dari asalnya subur, tanahnya bagus, lokasi bagus dan juga didukung oleh keadaan alam lain maupun cuaca yang bagus pula. Namun ada beberapa orang yang memiliki kebun dengan tanah tandus, air kurang, lokasi dan posisi tanah miring, keadaan alam maupun cuaca selalu berubah. Dan contoh yang pernah saya lihat adalah kebun kopi.
Kebun kopi yang kondisi tanahnya bagus, lokasi bagus dan juga iklim dan cuaca mendukung belum tentu menghasilkan kopi sebanyak kebun yang kondisi tanah, lokasi, maupun kondisi lingkungan kurang mendukung. Karena hasil kopi lebih ditentukan perawatan pohon dan buah kopi itu.
Kebun, walau kondisinya kurang bagus, namun perawatannya maksimal dan optimal, akan menghasilkan buah yang maksimal pula.
Ada juga pohon yang buahnya lebat, namun telat manen, sehingga banyak buah jatuh, ini diumpamakan seseorang yang sebenarnya secara Qodho sudah ditetapkan berezeki banyak namun malas mengambilnya.
Namun, ada buahnya yang gak seberapa banyak, namun pemiliknya telaten dan hati hati dalam memanennya, sehingga hasilnya tidak kalah dengan pohon yang berbuah banyak namun telat manen.
Nah, itu penganalogan masalah Takdir dengan kebun dan hasil kebun. Jadi, blueprint/Qodho memang sudah ditetapkan baik sebelum, saat ini maupun di masa datang, sementara hasil/Qodar didapat sesuai dengan usaha masing-masing.
Wallahu A'lam
ADS HERE !!!