Sebagian kecil penduduk Indonesia tinggal di daerah yang mengandalkan hasil musiman, seperti daerah pertanian, perkebunan, perikanan maupun hasil laut.
Tinggal di daerah dengan penghasilan musiman tentunya membutuhkan keahlian dalam manajemen keuangan. Bagaimana tidak, disaat beberapa orang berpenghasilan bulanan atau bahkan harian, orang yanf tinggal di daerah musiman bisa berpenghasilan setahun sekali.
Seperti di daerah Lampung, khususnya Lampung Barat yang mengandalkan hasil panenan kopi, sementara kopi sendiri merupakan produk perkebunan yang hasilnya setahun sekali.
Ketika penghasilan dari berkebun tersebut besar, mungkin bisa menutupi untuk kebutuhan hidup setahun tanpa harus pinjam sana sini. Namun ketika gagal panen atau harga hasil panen anjlok, terpaksa banyak penduduk harus "ikat perut".
Kurangnya kemampuan manajemen keuangan ditambah tidak adanya pendapatan sampingan membuat sebagian kecil penduduk hidup dalam penderitaan.
Kebiasaan penduduk Lampung Barat misalnya, ketika hasil panen melimpah dan harga juga bagus, membuat kebanyakan penduduk tidak berpikir panjang ketika berbelanja. Hingga kadang ada istilah, satu anak satu motor. Maksudnya ketika panen besar, hampir setiap anak yang bisa naik motor pasti dibelikan motor, walau anak tersebut masih di sekolah dasar.
Namun ketika panen dan harganya anjlok, semua motor terpaksa dijual meskipun harganya jauh dibawah harga pasaran hingga untuk menopang hidup terpaksa hutang ke rentenir. dan hal ini hampir terjadi tiap tahun.
Gambaran kehidupan di daerah musiman mungkin hampir semuanya sama. Jadi bagi minat bisnis di daerah berpenghasilan musiman ada baiknya diperhatikan pula siklus penghasilan ini.
ADS HERE !!!