Gelombang panas yang terjadi di India, Pakistan dan kini merambah Uni Emirate Arab dan Oman diperkirakan hasil uji coba senjata baru Amerika yang mampu memanipulasi iklim.
Gelombang panas dengan suhu tertinggi terjadi di Sweihan, Abu Dabi pada tanggal 24 Juni 2015 dengan suhu 50,5 °C. Sementara gelombang panas di India berkisar antara 48°C - 49°C, dan di Pakistan suhu tertinggi 49,5°C. Di India gelombang panas telah menelan korban lebih dari 2000 jiwa sementara di Pakistan lebih dari 800 jiwa.
Dilansir dari Global Research (2007), Prof. Michel Chossudovsky mengatakan bahwa militer AS telah mengembangkan kemampuan canggih yang memungkinkan secara selektif untuk mengubah pola cuaca. Teknologi, yang sedang disempurnakan dinamakan High frekuensi Active Auroral Research Program (HAARP). Dari sudut pandang militer, HAARP adalah senjata pemusnah massal yang dioperasikan dari luar atmosfer dan mampu menggoyahkan sistem pertanian dan ekologi di seluruh dunia.
Modifikasi cuaca, menurut laporan akhir tahun US Air Force AF 2025, mempunyai kemampuan untuk memicu banjir, angin topan, kekeringan dan bahkan gempa bumi. Modifikasi cuaca akan menjadi bagian dari keamanan domestik dan internasional dari AS dan bisa dilakukan secara sepihak oleh Amerika Serikat. Teknologi modifikasi cuaca ini bisa memiliki aplikasi ofensif dan defensif dan bahkan digunakan untuk tujuan pencegahan terhadap gangguan kepentingan AS di luar negeri.
HAARP didirikan tahun 1992 yang berbasis di Gokona, Alaska, adalah sebuah array antena bertenaga tinggi yang mengirimkan sejumlah besar energi ke ionosfer (lapisan atas atmosfer) , melalui gelombang radio frekuensi tinggia. HAARP didanai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Dioperasikan bersama oleh Air Force Research Laboratory dan Office of Naval Research.
Rosalie Bertell, presiden dari International Institute of Concern Kesehatan Masyarakat, mengatakan HAARP beroperasi sebagai 'pemanas raksasa yang dapat menyebabkan gangguan besar dalam ionosfer, menciptakan tidak hanya lubang, tapi sayatan panjang di lapisan pelindung yang membuat radiasi mematikan untuk bumi. sedangkan fisikawan Dr Bernard Eastlund menyebut HAARP sebagai pemanas ionosfir terbesar yang pernah dibangun. HAARP disajikan oleh Angkatan Udara AS sebagai program penelitian, tetapi dokumen-dokumen militer mengkonfirmasi tujuan utamanya adalah untuk 'mendorong modifikasi ionosfir' dengan maksud untuk mengubah pola cuaca dan mengganggu komunikasi dan radar.
Sebuah analisis laporan yang berasal dari Angkatan Udara AS mengatakan bahwa HAARP merupakan manipulasi rahasia dari pola cuaca, komunikasi dan sistem tenaga listrik sebagai senjata perang global yang memungkinkan AS untuk mengganggu dan mendominasi seluruh wilayah, dapat diarahkan terhadap negara musuh tanpa sepengetahuan mereka, yang digunakan untuk mengacaukan ekonomi, ekosistem dan pertanian.
Adanya HAARP yang diharapkan sebagai senjata masa depan dari Amerika Serikat, tentu dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia.
ADS HERE !!!