Dari hasil rapat tahap laporan pendahuluan antara pihak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dalam hal ini diwakili Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Suranto, bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Jambi, beserta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, yakni masing-masing pemerintahan daerah (pemda) kabupaten dan kota di kedua wilayah provinsi di wilayah Sumbagsel tersebut, yang digelar di kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbagsel Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI tanggal 13 April 2016 lalu, telah berhasil membahas laporan tahapan pendahuluan mengenai DED (Detail Engineering Design) pembangunan jaringan rel Kereta Api (KA) Trans Sumatera antara Kota Palembang-Betung di wilayah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan, hingga ke daerah Kabupaten Muaro Jambi, dan wilayah Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Jambi, Rindang Apriyanto, yang diwakili oleh Kepala Bidang Angkutan dan Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Dinas Perhubungan Kota Jambi, Alfian Bulkia,SSIT menyatakan bahwa untuk lokasi yang akan dilewati pelintasan pembangunan jaringan koridor trase rel KA Trans Sumatera antara Palembang-Betung-Jambi, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI telah memberikan opsi untuk penentuan titik lokasi stasiun kereta api kepada Pemerintah Kota Jambi, yaitu masing-masing di wilayah Bagan Pete, Kecamatan Kota Baru, atau penentuan lokasi stasiun kota dekat UPTD (Unit Pelaksana Teknik Dinas) Terminal Truk dan Angkutan Barang milik kantor Dinas Perhubungan Kota Jambi, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.
Dan kabarnya, moda angkutan kereta api yang akan dibangun ini, diperuntukkan untuk angkutan barang dulu, dan lambat laun sesuai dengan dinamika dan perkembangan pembangunan yang ada, di masa mendatang bisa digunakan untk angkutan penumpang juga. Dan pastinya, DED pembangunan jaringan rel kereta api antara Palembang-Betung-Jambi sudah tuntas, hanya tinggal pembangunan fisiknya saja, dan mudah-mudahan pembangunan jaringan rel kereta api Trans Sumatera ini, dapat tuntas hingga 2019 yang akan datang,” demikian papar Kepala Bidang Angkutan dan Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Dinas Perhubungan Kota Jambi, Alfian Bulkia,SSIT seperti yang dilansir dari berita2.com, Kamis (28/04/2016)
Alfian Bulkia menambahkan, tanggung jawab oleh Pemerintah Kota Jambi terkait dengan pembangunan jaringan rel KA Trans Sumatera antara Palembang-Betung-Jambi sangat berdampak luas bagi pertumbuhan dan perkembangan kemajuan yang hendak dicapai oleh Walikota Jambi Syarif Fasha dalam mewujudkan ‘Kota Jambi Bangkit” di 2018 mendatang, sehingga pihaknya lebih cenderung untuk memilih lokasi stasiun dalam kota yang begitu sangat strategis, yakni di wilayah Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, tepatnya dekat UPTD Terminal Truk dan Angkutan Barang dan Pasar Induk.
Lokasi pekerjaan itu, adalah antara Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan hingga Jambi di Provinsi Jambi. Adapun kabupaten/kota, yang akan dilewati pembangunan jaringan rel KA Trans Sumatera antara Palembang-Betung-Jambi ini, yakni Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Sedangkan koridor trase jaringan rel KA Trans Sumatera Palembang-Betung-Jambi, masing-masing yaitu Palembang-Betung mencapai 69 kilometer. Lalu berikutnya, adalah Betung-Jambi panjangnya mencapai 163 kilometer.