Pernikahan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, dengan Selvi Ananda yang akad nikah dilakukan jam 9 pagi tadi sudah selesai secara hukum, baik agama maupun negara.
Ada hal menarik dalam peristiwa ini. Bukan hanya prosesi nikahnya, melainkan adanya "penampakan". Penampakan apakah itu?
Mungkin bagi sebagian besar orang, prosesi pernikahan Gibran dan Selvi adalah prosesi nikah biasa dari seorang pemimpin negeri ini. Maksud biasa disini adalah mereka yang ramai hadir adalah masyarakat yang ingin melihat atau mengabadikan proses sakral pernikahan putra sang Presiden RI. Namun, sebenarnya ada hal yang sekilas nampak.
Saya bukanlah paranormal, dan saya juga tidak memiliki kelebihan bisa melihat makhluk halus di sekeliling kita. Namun entah kenapa, ketika saya menyaksikan siaran langsung tadi, seolah-olah saya melihat perwujudan salah satu punakawan, yaitu Semar. Dimana Semar sendiri merupakan wadaq/wadah Sabdo Palon, sang penguasa dunia halus tanah Jawa.
Mungkin bisa jadi pikiran saya tiba-tiba berimajinasi ketika melihat penari pengiring perjalanan Presiden Jokowi dari rumah beliau ke Graha Saba Buwana, tempat dilangsungkannya akad nikah putra beliau, Gibran dengan Selvi.
Bisa jadi memang imajinasi setelah melihat penari dengan dandanan punakawan. Namun imajinasi ini nampak seolah-olah nyata. Mungkin penonton yang lain tidak melihat seperti yang saya lihat karena memang penglihatan saya dialihkan oleh imajinasi akan sosok Semar.
Semar hanyalah wadaq/tempat raga bagi penguasa alam halus tanah jawa, Sabdo Palon. Sementara ujud Sabdo Palon sendiri belum diketahui secara pasti. Karena gambaran sosok Semar identik dengan Sabdo Palon, maka kadang dinilai, Semar ya Sabdo Palon itu sendiri.
Imajinasi saya melihat kalau Sabdo Palon, sang penguasa dunia halus dan juga pengayom serta pengasuh penguasa/raja-raja di Jawa, itu berada sangat dekat dengan Jokowi (bukan Ibu Iriana lho). Entah kenapa saya tiba-tiba berimajinasi seperti ini.
Sobat semua tentu sudah mengetahui kan siapa Sabdo Palon. Penampakan terakhir beliau menurut riwayat adalah ketika beliau mengucap sumpah dan janji di hadapan Prabu Brawijaya V, ketika prabu Brawijaya berpindah keyakinan untuk memeluk Islam. Ketika Sabdo Palon mungkin mengakui keunggulan sunan Kalijaga meyakinkan prabu Brawijaya di Siti Hinggil, Blambangan, untuk memeluk Islam. Sabdo Palon tidak membenci Islam, namun beliau mengharapkan agar orang-orang Jawa tidak lupa dengan adat/budaya/cara leluhur.
Trus apa hubungan Jokowi dengan Sabdo Palon? Kalau Jokowi memang wadaq Sabdo Palon, bukan berarti beliau tidak Islam (sekali lagi Sabdo Palon tidak membenci dan melarang Islam, cuma ingin agar kita tidak melupakan adat istiadat) melainkan orang Islam yang tidak melupakan adat kebiasaan leluhurnya, selama adat itu baik.
Dan Kalau Jokowi memang wadaq Sabdo Palon, sekuat apapun usaha orang untuk menjatuhkan beliau, selama orang yang pingin menyingkirkan Jokowi adalah orang-orang yang tidak memiliki Ilmu (agama) dan juga alasan yang kuat seperti para Wali terdahulu, mungkin usaha mereka akan sia-sia. "Wallahu a'lam".
ADS HERE !!!