Musim panen
kopi tahun ini,
2015, untuk daerah
Lampung Barat sudah dimulai sejak bulan April lalu. Bilamana 3 tahun kemarin hasil panen kopi agak kurang dari hasil semestinya, tahun ini hasil kopi mulai mendekati normal.
Hasil kopi kering untuk setiap hektar kebun kopi antara 700kg s/d 1,5 ton, tergantung perawatan, bahkan bisa lebih jikalau perawatan kebun juga dilakukan secara maksimal. Berdasarkan BAPPEPTI (10/6),
harga kopi robusta
lampung saat ini kisaran Rp. 20.842,- , sementara harga futures bulan Juli 2015 USD 1.734/ton, bulan Sept 2015 USD 1.752/ton. berarti hasil yang akan didapat petani sekitar 14,5jt s/d 32jt/tahun untuk setiap hektarnya.
Namun hitungan diatas adalah hitungan ideal, didasarkan harga kopi kering kualitas prima. Sementara menurut beberapa pedagang besar kopi, harga kopi dari petani adalah harga ideal dikalikan 85% untuk sebagian besar wilayah lampung barat. Penilaian ini tentunya berdasarkan dari kadar air, terase, ukuran biji, dll.
Jadi jikalau harga kopi SPOT lampung Rp. 20.000 an/kg harga kopi di tingkat pengepul adalah sekitar Rp. 17ribuan. Namun adakalanya harga SPOT lampung berbeda dengan harga di kalangan pedagang, ada kalanya harga di pedagang lebih tinggi daripada harga SPOT lampung.
Dilansir dari Investing.com (10/6) harga kopi di pasar US per Lbs (0,45kg) adalah 137,13 US sen. Dengan kecenderungan grafik meningkat untuk tiap bulan pengiriman. Bilamana saat ini 1 USD = Rp. 13.250,- maka harga kopi per kilogram sekitar Rp 29.415 untuk pasar Amerika dan untuk pasar Eropa, berpatokan harga futures Bappebti, maka harga kopi perkilogramnya adalah kisaran Rp. 22.900-an.
Semoga dengan hasil panen dan harga kopi yang baik, tahun ini tingkat kemakmuran, khususnya petani kopi di Lampung Barat, juga membaik.