Gout adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya kadar serum asam urat dalam tubuh yang tinggi oleh karena adanya gangguan metabolisme asam urat dalam tubuh. Kadar serum asam urat yang tinggi akan mengakibatkan terjadinya kristal monosodium urat yang ditimbun dalam jaringan tubuh, khususnya pada sendi. Apabila timbunan kristal tersebut terjadi pada sendi, akan mengakibatkan terjadinya artritis inflamasi akut. Gout merupakan penyakit kronik dan progresif.
Hiperurisemia adalah suatu keadaan dimana kadar serum asam urat dalam tubuh meningkat, akan tetapi tidak disertai dengan timbulnya gejala gejala klinik, baik berupa artritis maupun gangguan pada ginjal.
PERJALANAN KLINIK GOUT
Menurut Singh H (2007) dan Simon H (2009) dalam perjalanan kliniknya gout dapat dibedakan atas 4 stadium:
1. Hiperurisemia asimptomatik
2. Artritis gout akut
3. Gout interkritikal
4. Gout kronik bertofus
Sedang menurut Sanders dan Wortmann (2005) gout dibagi menjadi 3 stadium:
1. Hiperurisemia asimptomatik
2. Gout akut dan interkritikal
3. Gout kronik bertofus
Hiperurisemia Asimptomatik
Dalam istilah fisiologi, yang dimaksud dengan hiperurisemia adalah apabila kadar serum asam urat diatas 6,8mg%, sebab asam uray diatas kadar ini akan melewati kemampuan larutnya dalam cairan tubuh, alias jenuh. Sedang menurut laboratorium klinik, batas normal tertinggi untuk kadar serum asam urat berkisar 8,0-8,5mg%
Hiperurisemia asimptomatik adalah suatu keadaan dimana pada pemeriksaan ditemukan urisemia, akan tetapi tanpa gejala klinik. Diduga ini sebaga gout stadium 1. Pada kenyataannya kurang dari 20% kasus ini akan berkembang menjadi artritis gout.
Artritis Gout Akut
Kadang kadang tanda dari artritis gout hanya ringan saja dan berlangsung dalam kurun waktu yang singkat, keadaan ini disebut sebagai petit attack. Walaupun demikian dalam beberapa tahun dapat teftrjadi serangan akut yang klasik.
Gejala artritis gout akut yang klasik berupa : ( Harvey S, 2009)
√ nyeri hebat pada sendi dan sekitar sendi, biasanya terjadi waktu tengah malam atau menjelang pagi sehingga penderita terbangun
√ Bengkak pada sendi meluas pada seluruh sendi
√ Permukaan sendi merah, mengkilap, kulit teregang
√ Panas badan dari ringan sampai menggigil dan nafsu makan turun.
Serangan gout akut dapat terjadi:
● Monoartikuler. Terjadi pada satu sendi, dan yang terkena adalah sendi ibu jari (podagra), disamping itu dapat pula menyerang sendi lain yaitu ankle dan lutut
● Poliartikuler. Biasanya menyerang pada usia tua, dan persendian yang paling serig terkena adalah : kaki, ankle, lutut, pergelangan tangan, siku dan tangan. Penderita gout poliartikuler, awitan nyerinya lambat dan mempunyai interval yang lebih lama
Pada waktu menghadapi gout serangan akut, yang perlu kita tanyakan adalah:
1. Apakah ada riwayat keluarga dengan gout
2. Apakah sebelumnya ada sakit dan bengkak ringan pada ekstremitas bawah
3. Apakah konsumsk makanan tinggi purin seperti jengkol, pete, daging yang berwarna merah dll. Banyak minum bir, sedang konsumsi aspirin, diuretik
4. Apakah kurang minum, atau bahkan sedang dehidrasi
5. Apakah intake kalorinya rendah (misal sedang puasa)
Pada waktu serangan akut, pemeriksaan kadar serum asam urat tidak selalu tinggi, bahkan kadang kadang normal atau dibawah normal (Underwood M, 2008; Hough D, 2009)
Gout interkritikal
Istilah ini dipakai untuk menunjukkan periode antara 2 serangan. Serangan pertama biasanya disertai remisi lengkap, akan tetapi bila dalam stadium ini tak mendapat pengobatan, serangan gout hampir selalu berulang.
Gout kronik bertofus
Sesudah beberapa tahun, gout dapat berkembang menjadi gout kronik bertofus. Tofus adalah timbunan kristal monosodium urat yang dapat terjadi pada sendi, rawan sendi, tulang dan seluruh tubuh.
Tofus pada umumnya tidak nyeri, walaupun demikian, tofus dapat mengakibatkan kekakuan dan nyeri pada sendi yang terserang, bahkan merusak rawan sendi dan tulang. Bila tofus pecah, akan kwluar zat menyerupai pasta gigi.
Gout tanpa pengobatan akan membentuk tofus dalam jangka 10 tahun dari awitan pertama. Orang tua dan wanita lebih rentan untuk terbentuknya tofus daripada usia muda dan pria.
DIAGNOSIS
Seperti biasanya, untuk menegakkab diagnosis suatu penyakit selalu dimulai dengan anamnesis untuk mengetahui riwayat penyakitnya. Pada hiperurisemia asimptomatik diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan kadar serum asam urat yang melebihi 6,8mg% dan penderita tidak mengeluh sesuatu.
Sedangkan untuk diagnosis artritis gout, American College of Rheumatology telah membuat kriteria diagnostik sebagai berikut:
1. Serangan artritis akut lebih dari satu kali
2. Inflamasi maksimal terjadi dalam waktu 1 hari
3. Serangan monoartritis
4. Sendi berwarna merah
5. Nyeri atau bengkak pada sendi MTP-1
6. Serangan unilateral pada sendi MTP-1
7. Serangan unilateral pada sendi tarsal
8. Tofus ( baik masih dugaan atau sudah terbukti)
9. Hiperurisemia
10. Pada pemeriksaan radiologik terdapat pembengkakan dalam sendi asimetris
11. Pada pemeriksaan radiologik tampak kista subkondral tanpa erosi
12. Biakan cairan sendi waktu serangan tidak ditemukan kuman.
Apabila terpenuhi 6 dari 12 kriteria diatas, maka diagnosis artritis gout dapat ditegakkan.