A. Tahap Pengarahan
Proses kegiatan intelijen merupakan
sebuah siklus lingkaran intelijen yang berputar, yang pada intinya meliputi
rangkaian usaha yang saling bersambung berurutan, melewati fase-fase atau
tahap-tahap :
- Pengarahan
- Pengumpulan
- Pengolahan
- Penggunaan.
Itu semua merupakan mekanisme
alamiah yang berproses secara ajar dalam mengemban penyelesian suatu tugas.
Urutan kegiatan dalam fase pengarahan :
- penentuan EEI/UUK oleh sponsor atau direktur/kepala
intelijen
- pembuatan rencana penyelidikan intelijen
- pengeluaran instruksi/perintah atau permintaan
Dari sini kegiatan itu bergerak
menuju fase pengumpulan. Sedangkan apa dan bagaimana pekerjaan dari ketiga
kegitan itu sudah diterangakan bagian terdahulu.
Dalam dunia intelijen bahwa semua
kegiatan intelijen itu dari fase pengarahan hingga fase berikutnya adalah
bentuk pengabdian dan loyalitas tugas. Sedangkan fase instruksi/perintah dan
permintaan untuk mengumpulkan bahan-bhan keterangan juga berisi
pelipur/penerang bagi petugas intelijn untuk bekerja kepada negaranya. Perintah
pengumpulan informasi itu merupakan suatu kebaikan, yang berguna untuk mencegah
kejahatan, keonaran dari golongan/kelompok masyarakat yang secara tidak sengaja
atau disengaja yang berdampak langsung atau tidak langsung. Bagi orang yang berilmu
intelijen, hikmah (pengetahuan) yang terkandung di dalam maksud-maksud baik
intelijen itu akan cepat dimengerti. Karena hanya orang yang tajam analisa
pikirannya saja yang akan mengerti hikmah (pengetahuan) intelijen itu.
B. Tahap Pengumpulan
Dalam fase pengumpulan itu, akan
melibatkan dua jenis kegiatan yaitu mempelajari sumber-sumber informasi yang
bisa dimanfaatkan, dan taktik-taktik yang dapat dipergunakan oleh badan
pengumpul (para agent) dalam usahanya mendekati atau mengetahui
data-data sasaran untuk memperoleh informasi. Jadi dalam fase ini
terfokus pada sumber-sumber informasi dan badan pengumpul (agent).
Mengenai sumber-sumber informasi
itu, secara garis besar meliputi:
- penelitian (research)
- hasi pendengaran
- pengamatan
- dateksi
- penetrasi (penyusupan)
Kelima sumber itulah yang bisa
diolah oleh para agent, dimana masing-masing bagian bisa membuat
bermacam-macam cara pula, sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu
pengetahuan. Diantara contoh deteksi yang berteknologi tinggi ialah dengan satelit
mata-mata penginderaan jarak jauh.
Badan pengumpul adalah action
agent yang dikerahkan sesuai dengan spesialisasi pendidikan kariernya. Jadi
para agent bertugas sesuai dengan spesialisasi keahliannya dan diatur
dalam suatu koordinasi dan saling membantu demi suksesnya tugas yang
diembannya. Untuk itu kepada para agent, dalam laporannya dituntut
supaya berkata dan melaporkan secara benar.
Manfaatkanlah segala sumber-sumber
informasi sesuai dengan profesi masing-masing agent. Dan intiplah
sasaran-sasaran yang sudah ditargetkan dan janganlah sekali-kali berkhianat
kepada negara.
C. Tahap Pengolahan
Dalam tahap pengolahan terjadi
rangkaian kegiatan :
- pencatatan informasi
- penilaian informasi
- penafsiran informasi
ketiga bagian itu berlangsung secara
sekaligus.
Pencatatan informasi yang masuk,
tersusun secara kronologis dalam sebuah Buku Harian Intelijen (BHI) atau Journal
Intelligence (JI).
Kolom-kolom BHI adalah :
- tanggal terima/kirim
- sumber informasi
- waktu kejadian
- isi laporan
- penilaian
- tindakan yang dilakukan
dari sini dipandahkan kepada item
informasi yang sejenis misalnya tentang :ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, militer, agama, medan operasi darat, laut, udara dan sebagainya. Satu
kumpulan hanya memuat informasi sejenis (lembaran-lembaran).
Prinsip pencatatan harus sederhana,
cepat, memudahkan penialian dan bisa cepat ditemukan jika dicara lagi. Sarana
pencatatan lainnya adalah peta situasi, file, lembaran harian, dan karthoteek
yang khusus mencatat segala hal ikhwal tentang organisasi (parpol-ormas),
personalia, surat kabar, kesatuan-kesatuan, obejk-objek vital dan lain-lainnya.
Hal ini penting sekali dilakukan, karena berisi banyak sekali inormasi tentang
latar belakang pendirian suatu organisasi. Oleh sebab itu karthoteek harus
dibuat dan tidak boleh diabaikan. Lengkapilah karthoteek itu dengan data-data
otentik berserta foto-fotonya.
Dalam administrasi intelijen, bahwa
segala yang rahasia, apakah itu catatan, surat, info, atau keterangan lainnya
harus disimpan tersendiri, terpisah dari segala sesuatu yang tidak bersifat
rahasia. Penulisannya, penyimpanannya, agendanya harus terpisah dari
surat-surat, naskah karangan dan agenda surat biasa. Dan segala yang bersifat
rahasia tidak boleh jatuh ke tangan orang lain, biarpun teman, istri, anak famili
sekalipun. Dan memang begitulah seharusnya administrasi intelijen itu
dilaksanakan.
Penilaian suatu informasi ialah
penetapan kepercayaan terhadap analis-analis informasi atau sumber-sumber
lainnya, serta penetapan kebenaran terhadap isi informasi dengan menggunakan
neraca teknis penilaian. Dasar-dasar penilaian terhadap pertanggungjawaban
dalam tugas pengukuran kadar terhadap sumber-sumber informasi serta penelitian
terhadap kebenaran informasinya, tetap harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dengan demikian dalam bersikap harus
berlaku kejujuran, tidak dipengaruhi oleh perasaan-perasaan emosional yang bisa
merusak pertimbangan penilaian yang sehat. Adil dalam menilai itu membutuhkan
pengorbanan perasaan, sehingga terbebas dari dengki, sakit hati, ceroboh
apriori, segala dendam kesumat dan kejahatan nafsu untuk membalas. Pekerjaan
ini memang memerlukan tekad, ketekunan, kesabaran dan ketabahan, seraya
berusaha terus agar tetap berpikir dan mendalami masalahnya dengan tenang.
Tugas penilaian ini memang berat,
tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada negara. Dengan mengetahui modus
operandi (cara-caranya) itu akan banyak gunanya bagi seseorang, sebab kalau
tidak demikian, malah terperosok sendiri ke dalam kejahatan dan kekejian itu,
terjerumuslah ke dalam tindakan pelanggaran terhadap hukum. Seorang petugas
intelijen harus memperhitungkan benar-benar apa yang dilakukannya, sebab waktu
itu sangat berharga, bahkan waktu juga dapat menentukan apakah ia akan bahagia
atau binasa. Jika ia gunakan untuk sesuatu yang tidak berguna dan tidak ada
kepentingannya, berarti dia telah merugiakn diri sendiri, mengurangi
kesempurnaan akalnya dan tak sehat cara berpikirnya. Dalam aktivitanya dalam
melakukan penilaian terhadap berbagai informasi mencakup tiga masalah besar yaitu
:
- Pertanggungjawaban seorang penilai kepada user
dalam mengemban tugasnya
- Kualitas penilaian terhadap sumber-sumber informasi
- Kebenaran informasi
Penafsiaran/interpretasi adalah
tugas untuk menafsirkan semua inormasi yang terkumpul, mempelajarinya, menentukan
makna dan maksudnya, menghubung-hubungkan, membanding-bandingkan,
menimbang-nimbang bobotnya, lalu mengambil konklusi dari keseluruhan inormasi
untuk dituangkan kedalam suatu bentuk produk.
Naskah itu disajikan dalam format
tertentu, berisi segala data-data dan fakta yang disusun secara lengkap,
disertai pendapat, ide-ide yang berasal dari buah pikiran staf intelijen
terhadap suatu persoalan yang perlu dipecahkan atau ditanggulangi dalam jangka
waktu yang terikat.
Untuk keberhasilan tugas penafsiran,
diperlukan sekali informasi-informasi yang tersusun dalam item-item yang
sejenis menurut pembidangannya, karena pekerjaan ini memerlukan tanggapan dan
pandangan yang luas dari segala segi permasalahannya. Semua persoalan harus
disorot dari berbagai aspek, apa sebebnarnya yang tersirat dibalik yag
tersurat, sehingga jelas duduk perkaranya. Tugas semacam itu memang berat dan
sulit., tetapi bagi orang yang terlatih akan dianggap sebagai tugas rutin baisa
yang tidak terlalu merepotkan.
Dalam menanggulangi suatu pekerjaan
yang pada mualnya dianggap sulit, hendaknya seseorang tidak cepat putus asa,
karena (nanti) Tuhan pasti memberikan jalan pemecahannya, sehingga yang semula
sangat sukar dilakukan, pada saatnya akan mudah diselesaikan. Hal-hal yang
demikain sudah dijamin oleh Tuhan, dan tidak usah diragukan dan tidak perlu
diadakan pembuktian apapun atas jaminan Tuhan.
D. Tahap Penggunaan
Tahap penggunaan meliputi dua macam
kegiatan yaitu penyebaran kegiatan intelijen dan penggunaan produk intelijen
oleh user. Semua informasi yang telah diolah menjadi keterangan
intelijen yang akan menjadi produk tertentu. Kemudian dengan melihat urgensinya
(kepentingan dan kegunaannya), produk itu akan disampaiakan tepat pada
waktunya, tepat pada alamat yang membutuhkan, yaitu user.
Penyampaian itu bisa dalam bentuk
naskah intelijen atau dalam bentuk lain. Namun untuk maksud-maksud suatu
operasi, maka biasanya disampaikan dalam bentuk format Kirka Intelijen.
Berdasarkan Kirka Intelijen itu, user menggunakannya untuk membuat rencana
operasi bagi suatu gerakan. Sedangkan untuk pembuatan rencana operasi
harus didukung oleh hasil-hasil penyelidikan intelijen.
Hal ini tentu sudah dimaklumi
semenjak generasi pertama. Sebab hasil penyelidikan intelijen itulah yang bisa
memantapkan user terhadap langkah-langkah yang akan diambilnya, atau
aksi manuver yang dikendalikannya.. dengan demikian jelas bahwa tidak ada
ajaran ragu-ragu atau maju mundur, jika suatu urusan sudah dimusyawarahkan dan
diputuskan bersama. Jika dalam suatu rapat sudah diputuskan tunggu..! ,
maka semua harus sabar menunggu, tak boleh seorangpun bertindak
sendiri-sendiri. Jika dalam rapat sudah diputuskan teruskan..! , maka
semua harus meneruskan sesuai dengan komando, tidak seorangpun boleh melarikan
diri atau mengelak. Resiko dimana saja tetap ada, namun esa hilang dua
terbilang. Begitulah seharusnya dalam bertindak dibutuhkan keberanian, rasa
percara diri, konsistensi dan kedisiplinan yang tinggi dan kuat.
Dikalangan intelijen petunjuk
itu berarti sebuah rencana operasi (ren-ops). Sedangkan komando
adalah suatu perintah operasi. Pada tahap penggunaan intelijen itu
(di dalam rapat staf) akan tersimpul kebulatan tekad untuk melahirkan suatu
rencana berupa petunjuk operasi, kemudian berlanjut pada komando
pelaksanaan berupa perintah untuk melakukan operasi sesuai rencana
yang telah digariskan.
Pelaporan yang disampaikan di
samping PK intel, juga terdapat produk-produk intelijen yang lainnya yang
dibuat secara insidentil, dan secara periodik. Yang disampaikan secara insidentil
antara lain ialah :
- Laporan informasi
- Laporan hasil penugasan
- Laporan tanggapan
- Laporan totalitas
- Telaah staf
- Nota intel dan memo
- Estimasi intelijen
Sedangkan secara periodik antara
lain :
- Laporan harian
- Tinjauan sepekan
- Laporan bulanan
- Laporan triwulan
- Laporan tengah tahunan
- Laporan tahunan
- Estimasi intelijen periodik (EIP)
EIP yang dimkasud adalah estimasi
untuk bidang intelijen yang dibuat setiap tahun. Secara keseluruhan, laporan
pertanggungjawaban seorang petugas/seorang pejabat terhadap hasil kegiatannya,
sehubungan dengan tugas dan fungsinya. Jadi bawahan yang tidak memberikan
laporan harus ditindak dengan tegas, karena tidak bertanggungjawab secara
hierarki.
E. Intelligence Structure
Struktur intelijen secara umum
digambarkan sebagai berikut :
Untuk mencegah timbulnya simpang
siur yang mengakibatkan adanya bentrokan, saling curiga, saling menghalangi dan
merintangi suatu usaha dari seorang petugas intelijen (agent) dari
bagain lain, maka para petugas intelijen (agent) harus mengetahuai kedudukannya
masing-masing.
Pengertian Ofensive
Pengumpulan, penelitian dan
pembagian atau penyebaran kerterangan-keterangan yang didapat oleh alat-alat
yang langsung atau tidak langsung melalui rencana-rencana atau usaha-usaha
tertentu
Pengertian Defensive (counter
intelligence)
Penghancuran dari kegiatan-kegiatan
organisasi-organisasi intelligence yang bersifat offfensive dari
pihak lawan dengan cara pencegahan dini terhadap segala bentuk kesempatan untuk
mendapatkan keterangan-keterangan atau terhadap usaha-usaha untuk menimbulkan
kelemahan-kelemahan dalam organisasi kita. Defensive mempunyai dua fungsi,
yaitu :
- Mencegah memberi kesempatan diperolehnya keterangan
oleh lawan
- Mencegah memberi kesempatan ditimbulkannya
kelemahan-kelemahan oleh pihak lawan.
F. Skema Pengolahan Informasi
Sesuai uraian sebelumnya marilah
kita tinjau proses pengolahan info secara teknis, sehingga dapat diikuti
perkembangannya selangkah demi selangkah
Fase 1
Bagaimana timbulnya suatu masalah (problem)
- Hasil pemikiran dan filsafat
- Suatu keadaan yang berubah
- Akibat suatu permintaan yang khusus dari pihak pemakai,
mengenai info tertentu setelah timbulnya masalah tadi, maka dapat
ditentukan kern informasinya.
Fase 2
Dalam fase-2, kern-info tadi dikupas
dan dijadikan dasar untuk menyususn suatu rencana info. Penyusunan rencana ini
sedapat mungkin disesuaikan dengan kehendak pemakai
Fase 3
Setelah adanya rencana info, maka
dikumpulkanlah segala info yang ada pada kita yaitu dari :
- Kartotheek
- Journals
- Worksheet
- Situation maps
- Sumber berita tetap
Bila ada info lain yang diperlukan,
yang tidak terdapat di dalam dokumentasi tersebut, maka perlu dicatat pada
secarik kertas, info apa yang masih kurang dan dari sumber berita mana dapat
diperoleh info tadi.
Fase 4
Dalam tingkat ini, pengolahan info
yang sesungguhnya dilakukan. Mula-mula terhadap setiap info diadakan penilaian (evaluation).
Secara garis besarnya, penilaian tadi berupa:
- Tertuju (sesuai dengan kern info)
- Dapat dipercaya (info yang mengandung kebenaran)
- Teliti (si pelapor dapat dipercaya)
Sebagaimana dalam penentuan
tingkatan info yaitu sehat, baik dan lemah, maka penilaian terhadap info dan
sumber berita, kita buatkan daftar nilai sebagai berikut :
1.Ketelitian sumber berita :
- A = dapat dipercaya sepenuhnya
- B = biasanya dapat dipercaya
- C = agak dapat dipercaya
- D = biasanya dapat dipercaya (diragukan)
- E = tidak dapat dipercaya
- F = kepercayaan tidak dapat dinilai
2.Ketelitian info :
- 1 = kebenaran beritanya dikuatkan oleh sumber-sumber
lain
- 2 = beritanya mungkin benar
- 3 = beritanya barangkali mengandung kebenaran
- 4 = kebenaran beritanya diragukan
- 5 = tak mungkin benar
- 6 = kebenarannya tak dapat dinilai
Jadi bila ada info dengan nilai
angka A1, maka artinya baha berita itu diperoleh dari seseorang yang kita kenal
akan kejujurannya dan memang memiliki pengetahuan tentang isi berita tadi. Dan
berita tadi dibenarkan oleh berita-berita yang serupa dengannya.
Bila info-info tadi telah kita beri
nilai, maka kita tafsirkan isinya dengan jalan :
- Menganalisa dengan kritis
- Meninjau kemanfaatannya
- Anaslisa sasaran
- Menentukan sifat info
- Menentukan lokasi
- Meninjau kelemahan kita
- Meninjau kemampuan kita
- Mempertimbangkan kemampuan dan kelemahan lawan
- Perbandingan kemampuan materi
- Memperkirakan rencana lawan
Bila telah dinilai dan ditafsirkan
maka dapat dibuat suatu gamabran yang kemungkinan dapat mendekati kearah
pemecahan masalah tadi, gambaran ini disebut hypotese.
Fase 5
Seteah diperoleh perkiraan gambaran
tadi (hypotese) maka dapat dikatakan bahwa hasil tadi merupakan kern
info baru yang lebih baik dan mendekati kebenaran. Maka dalam fase-5 ini
disusunlah rencana info baru dan proses semacam fase-3 berlaku lagi.
Fase 6
Dalam tingkat ini, infoyang kita
perlukan dan belum ada pada kita, sebagaimana telah kita catat di atas secarik
kertas, sewaktu mengerjakan fase-3, mulai kita kumpulkan. Sumber berita yang
dimaksudkan adalah :
- Masyarakat
- Organisasi atasan kita, yang sejajar maupun yang ada
dibawah kita
- Penyelidikan
- Informan-informan
- Sumber-sumber tetap berupa : a) media cetak
(majalah, surat kabar, brosur); b) media elektronik (Radio, TV,
internet dan lainnya); c) perpustakaan dan peta
Fase 7
Ino yang telah dikumpulkan tadi
memungkinkan pemberian gambaran yang hampir benar, yang merupakan jalan ke arah
pemecahan problem yang telah timbul pada fase-1. Hasil terakhir ini disebut synthese.
Fase 8
Synthese ini dijadikan bahan dasar untuk menyusun suatu naskah
intelijen (intelligence summaries) yang kemudian didistribusikan kepada
yang berkepentingan dan selanjutnya akan dipakai guna menjadi bahan
pertimbangan dalam membuat rencana gerakan (operational planning).
Sering terjadi bahwa tecapainya hasil synthese tadi menciptakan
masalah-masalah (problems) baru, maka kembalilah prosesnya ke fase-1. Inilah
yang disebut intelligence cycle, yaitu proses perputaran
(lingkaran) yang tak ada habisnya.
Synthese dari problem intelligence yang telah menjadi naskah
intelijen , dikirimkan ke user dan biasanya terdiri dari :
- Info dasar
- Perubahan sewaktu-waktu
- Perkiraan keadaan (kirka)
Yang perlu mendapatkan perhatian
adalah, bahwa soal tersebut di atas harus disampaikan kepada yang
berkepentingan tepat pada waktunya, karena info yang telambat sampai kepada
yang berkepentingan sudah tidak ada harganya sama sekali. Karena itu yang berkepentingan
harus selalu menetapkan jangka waktu yang maksimal untuk penerimaan naskah
intelijen tadi, guna menyusun rencana operasi dan gerakan.
Naskah intelijen tadi sebelum
dikirimkan, diberi nilai menurut daftar sesuai tingkatan isi dan keadaannya.
- Sangat Rahasia (Top Secret)
- Rahasia (Secret)
- Hanya untuk yang berkepentingan (Confidential)
- Terbatas (Restricted)
Selain skema yang diatas, intelligence
cycle dapat digambarkan dengan cara berikut ini, namun pada dasarnya sama
Sebagaimana perang yang memiliki
hukum dan dalil tertentu, maka begitu pula halnya dengan intelligence. Unsur
pokok sebagaimana yang diuraikan yang diatas, merupakan dasar dari Doktrin
Intelligence. Dari situ berkembanglah kesimpulan-kesimpulan sebagai
berikut :
Prinsip Pemberian Petunjuk
Petunjuk-petunjuk khusus diberikan
kepada bagian pengumpulan info. Tujuannya adalah supaya setiap bagian berusaha
dalam batas kemampuan masing-masing, dan dapat mengatur kesatuan sikap sehingga
kerjasama dalam pencarian info yang dibutuhkan oleh pimpinan dapat terjamin.
Prinsip Pengumpulan
Setiap bagian yang bertugas
mengumpulkan info bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan penyampaian info
yang berharga secepat mungkin kepada pihak atasan atau bagian lain yang
berkepentingan, biarpun untuk hal ini belum ada perintah secara khusus.
Prinsip Pengelolaan
Info dinilai untuk menentukan apakah
sumbernya beritanya dapat dipercaya dan sampai dimana ketelitian info itu
tersendiri. Info yang telah dinilai perlu ditafsirkan guna menentukan makna
artinya, disesuaikan dengan hasil intelligence yang telah ada.
Prinsip Penggunaan
Hasil intelligence
disampaikan kepada pimpinan dalam bentuk sedemikan rupa sehingga memungkinkan
mereka dapat menggunakan untuk dapat merumuskan keputusan-keputusan serta
rencana-rencana, dan selanjutnya dalam waktu yang tepat menyampaikan kepada
atasannya , pimpinan yang kedudukan sejajar serta bawahannya, agar dapat
dimanfaatkan.